
Sebanyak 20 siswa-siswi SMA Labschool Unsyiah mengikuti program TDMRC IN-SAINTEK 2026 yang diselenggarakan oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center Universitas Syiah Kuala (TDMRC USK). Dengan mengusung tema “Sains dan Edukasi untuk Resiliensi (SERASI) Risiko Bencana Hidrometeorologi”, program ini dirancang untuk memperkuat peran TDMRC USK sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kunjungan siswa SMA Labschool Unsyiah berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB.
Program TDMRC IN-SAINTEK 2026 menekankan pentingnya transformasi hasil penelitian kebencanaan menjadi pengetahuan aplikatif yang dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi kebencanaan, sekaligus meningkatkan literasi, kapasitas, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan 20 tahun TDMRC USK melalui agenda utama bertajuk “TDMRC Open House 2 Decades Anniversary”. Kegiatan tersebut menjadi wadah diseminasi ilmu pengetahuan dan pembelajaran publik melalui pembukaan laboratorium, pameran peralatan penelitian, simulasi kebencanaan, permainan edukatif, pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR), serta visualisasi hasil penelitian TDMRC USK bersama para mitra.

Dalam pelaksanaannya, TDMRC Open House menargetkan sekurang-kurangnya 300 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA/sederajat, mahasiswa, masyarakat umum, hingga pihak-pihak yang memiliki ketertarikan terhadap sains, teknologi, dan edukasi kebencanaan. Melalui pendekatan yang inklusif, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sains dan teknologi, memperluas penyebaran hasil penelitian, serta mendekatkan pengetahuan kebencanaan kepada masyarakat luas.
Selama kunjungan, para peserta dibagi ke dalam beberapa sesi, dengan setiap sesi terdiri atas 20 peserta dari sekolah dan lima peserta umum yang telah mendaftar. Para siswa SMA Labschool Unsyiah berkesempatan mengikuti tur edukatif ke sejumlah fasilitas laboratorium eksperimen, di antaranya Laboratorium Observasi Gempa Bumi, Laboratorium Shaking Table, dan Laboratorium Tsunami Wave Flume. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengenal lebih dekat berbagai peralatan penelitian yang digunakan untuk mempelajari fenomena dan risiko bencana.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi siswa SMA Labschool Unsyiah untuk belajar secara langsung melalui pendekatan sains yang interaktif dan inovatif. Peserta yang berminat juga dapat merasakan simulasi getaran gempa bumi menggunakan peralatan Shaking Table serta simulasi gelombang tsunami melalui Tsunami Wave Flume. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana, membangun generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap keselamatan, serta memperkuat kolaborasi antara lembaga penelitian dan dunia pendidikan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana.

