Kolaborasi Indonesia–Jepang, Delapan Alat Berat Diresmikan untuk Pemulihan Pascabencana Aceh

Banda Aceh, Rabu (1/7/2026) – Yayasan SMA Laboratorium Syiah Kuala bersama Pemerintah Jepang secara resmi meresmikan delapan unit alat berat yang merupakan bantuan Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Medan. Bantuan tersebut diberikan dalam program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects (GGP) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan bencana dan pemulihan wilayah terdampak di Provinsi Aceh.
Prosesi peresmian berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, akademisi, serta mitra kebencanaan. Universitas Syiah Kuala diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, yang hadir mewakili Rektor Universitas Syiah Kuala. Kehadiran beliau menjadi wujud dukungan perguruan tinggi terhadap sinergi kemanusiaan dan pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pembina, pengurus, dan pengawas Yayasan SMA Laboratorium Syiah Kuala. Selain itu, acara juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bireuen, Kepala BPBA, UPT Mitigasi Bencana, serta dewan guru SMA Labschool Unsyiah. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana di Aceh.

Dalam sambutannya, Pembina Yayasan SMA Laboratorium Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas kepercayaan dan bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, bantuan alat berat tersebut merupakan wujud nyata persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam bidang kemanusiaan.
Beliau juga berharap agar delapan unit alat berat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat di berbagai daerah yang terdampak bencana alam di Aceh. “InsyaAllah bantuan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi daerah-daerah terdampak serta mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bantuan dari masyarakat Jepang kepada Indonesia sebagai bentuk solidaritas, persahabatan, dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan pascabencana serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh.
Adapun bantuan yang diresmikan terdiri atas empat unit dump truck dan empat unit ekskavator. Seluruh alat berat tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan penanganan bencana, mulai dari pembersihan material, perbaikan akses jalan, hingga rehabilitasi infrastruktur di wilayah terdampak.
Melalui peresmian ini, Yayasan SMA Laboratorium Syiah Kuala bersama Pemerintah Jepang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Delapan unit alat berat tersebut nantinya akan dikerahkan ke berbagai daerah di Aceh yang terdampak bencana alam pada akhir tahun 2025, sehingga diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang.


