Berita

HMTP USK Gelar “HMTP Goes to School Chapter XI” di SMA Labschool Unsyiah

Banda Aceh, 12 Mei 2026 — Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan USK melaksanakan kegiatan “HMTP Goes to School Chapter XI” di SMA Labschool Unsyiah. Kegiatan yang mengusung tema “Mine The Future” tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas XI Labs 1 dan berlangsung dengan penuh antusias.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia pertambangan kepada para siswa sekaligus memberikan wawasan mengenai peluang pendidikan dan karier di bidang Teknik Pertambangan. Para peserta mendapatkan berbagai informasi menarik terkait perkembangan industri pertambangan, teknologi, hingga tantangan yang dihadapi di masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dosen Teknik Pertambangan USK Bapak Ir. Nurul Kamal., S.T., M.Sc. yang membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau memaparkan berbagai fakta menarik tentang dunia pertambangan, termasuk keterkaitan hasil tambang dengan berbagai barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau menjelaskan bahwa hampir seluruh aktivitas manusia modern tidak terlepas dari pemanfaatan sumber daya tambang. Selain itu, beliau juga mengajak para siswa untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai isu pertambangan dengan memahami manfaat, tantangan, dan dampaknya secara menyeluruh.Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari mahasiswa Teknik Pertambangan USK.

Para mahasiswa menceritakan pengalaman selama menjalani perkuliahan, kegiatan lapangan, hingga peluang prestasi yang dapat diraih selama menjadi mahasiswa di lingkungan kampus.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara siswa dan pemateri. Para siswa terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai jurusan Teknik Pertambangan, prospek kerja, hingga pengalaman organisasi mahasiswa di perguruan tinggi.

Melalui kegiatan “HMTP Goes to School Chapter XI” ini, diharapkan siswa SMA Labschool Unsyiah dapat memperoleh wawasan baru mengenai dunia perkuliahan dan semakin termotivasi untuk mempersiapkan masa depan pendidikan mereka. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa USK dengan siswa SMA dalam semangat berbagi ilmu dan inspirasi.

SMA Labschool Unsyiah Raih 4 Emas 2 Perak dan 1 Perunggu di Ajang Internasional WYIE 2026 Malaysia

Sebanyak 49 siswa SMA Labschool Unsyiah telah selesai mengikuti ajang internasional The World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. Keikutsertaan para siswa dalam kompetisi inovasi tingkat dunia ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendorong pengembangan riset, kreativitas, dan inovasi generasi muda di bidang sains dan teknologi.

Dalam ajang bergengsi tersebut, SMA Labschool Unsyiah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 4 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Capaian ini sekaligus menunjukkan kemampuan siswa SMA Labschool Unsyiah untuk bersaing secara global melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi masa kini.

Empat medali emas diraih melalui proyek inovatif bertajuk “JIGHURT: Probiotic Yoghurt Made from Fermented Tajin”. Selain itu, medali emas juga diperoleh melalui proyek “FISH-U: Natural Antimicrobial Bio-Preservative for Fresh Fish” yang menghadirkan solusi pengawetan ikan segar berbahan alami. Inovasi lain yang meraih emas adalah “Nanoemulsion Ointment with Active Components of Aceh Patchouli Oil as a Diabetic Topical Wound Treatment” yang memanfaatkan minyak nilam Aceh sebagai pengobatan luka diabetes.

Prestasi emas berikutnya diraih melalui proyek “Integrated Smart Agricultural Decision System (ISADS): A Smart IoT-Based Assistant for Sustainable Chili and Mustard Green Farming”. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) tersebut dirancang untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan pertanian berkelanjutan, khususnya pada budidaya cabai dan sawi hijau. Karya ini mendapat apresiasi tinggi karena dinilai mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan sektor pertanian secara efektif.

Sementara itu, dua medali perak berhasil diraih melalui proyek “INFORTO: An Innovative Smart Toilet for Early Detection of Kidney Health Conditions via Urine pH Sensing and Embedded Smart Display Technology” serta proyek “MINIOBUDDY”. Kedua inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung bidang kesehatan dan teknologi terapan bagi masyarakat luas.

Pada kategori perunggu, SMA Labschool Unsyiah memperoleh penghargaan melalui proyek “WEATHERTRACK: ESP32-Based Smart IoT Weather Monitoring System with Real-Time Weather Parameter Measurement”. Proyek ini menghadirkan sistem pemantauan cuaca berbasis IoT yang mampu mengukur parameter cuaca secara real-time sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan pemantauan lingkungan dan mitigasi cuaca.

Keberhasilan SMA Labschool Unsyiah di WYIE 2026 tidak terlepas dari kerja keras para siswa, dukungan sekolah, serta dedikasi para guru pembimbing dan pendamping kegiatan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Indonesia di tingkat internasional.

49 Siswa SMA Labschool Unsyiah Ikuti Ajang Internasional WYIE 2026 di Malaysia

Banda Aceh, 18 Mei 2026 — Sebanyak 49 siswa SMA Labschool Unsyiah mengikuti ajang internasional The World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. Keikutsertaan ini menjadi langkah besar bagi para siswa dalam menampilkan inovasi dan kreativitas di tingkat dunia.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tergabung dalam tujuh kelompok yang masing-masing membawa karya dan ide inovatif untuk dipresentasikan di hadapan peserta dari berbagai negara. Ajang WYIE dikenal sebagai salah satu pameran penemu muda bergengsi yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan hasil riset dan inovasi mereka kepada dunia internasional.

Partisipasi SMA Labschool Unsyiah pada kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa, khususnya di bidang penelitian, teknologi, dan kreativitas. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi serta pertukaran pengalaman dengan peserta dari berbagai latar belakang budaya dan pendidikan.

Selama berada di Malaysia, para siswa didampingi oleh guru pendamping yaitu Zuchra Ulfa, Anneza Astriet, Ratna Eliza Binti Darmia, Al Munawir, Khalid Assaidi, dan Rizqina Midrari. Para pendamping turut memberikan arahan, motivasi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.

Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat serta kerja keras para siswa yang berhasil membawa nama sekolah hingga ke ajang internasional. Diharapkan pengalaman mengikuti WYIE 2026 dapat meningkatkan wawasan global, kemampuan komunikasi, serta rasa percaya diri siswa dalam bersaing di tingkat internasional.

Melalui keikutsertaan dalam The World Young Inventors Exhibition 2026, SMA Labschool Unsyiah kembali menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah yang aktif mendorong lahirnya generasi muda kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Prestasi dan pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi terbaik mereka.

Ditlantas Polda Aceh dan Jasa Raharja Aceh Berikan Edukasi Safety Riding di SMA Labschool Unsyiah

Senin, 11 Mei 2026, SMA Labschool Unsyiah menerima kunjungan dari Ditlantas Polda Aceh dan Jasa Raharja Aceh dalam kegiatan sosialisasi safety riding yang dilaksanakan di mushola sekolah setelah pelaksanaan upacara bendera. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X sebagai bagian dari edukasi keselamatan berlalu lintas bagi pelajar.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra Darmawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ditlantas Polda Aceh dan Jasa Raharja Aceh yang telah hadir untuk memberikan pemahaman penting terkait keselamatan berkendara kepada para siswa. Beliau berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam mematuhi aturan lalu lintas serta membentuk budaya tertib berkendara sejak usia muda.

Selain itu, Kepala Sekolah juga menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara sangat penting diberikan kepada generasi muda mengingat banyaknya pelajar yang sudah menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, pengetahuan mengenai safety riding dapat membantu siswa lebih disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Materi pertama disampaikan oleh AKP Syahril, S.H., M.M. selaku Kanit 1 Subditkamsel (Keamanan dan Keselamatan) Ditlantas Polda Aceh. Dalam paparannya, beliau menjelaskan data kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Aceh dalam rentang waktu Januari hingga 11 Mei 2026. Berdasarkan data tersebut, angka kecelakaan telah mencapai lebih dari 500 kejadian dengan berbagai dampak, mulai dari korban luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia.

AKP Syahril juga mengingatkan para siswa agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm standar, tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan, serta menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara. Ia menekankan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Bapak Iwan Prasetiya Nugroho, S.T. selaku Kasubbag Pelayanan Jasa Raharja Aceh. Beliau menyampaikan pentingnya menjaga keselamatan di jalan dengan menggunakan atribut berkendara yang lengkap serta memastikan kendaraan berada dalam kondisi standar dan layak jalan, termasuk penggunaan kaca spion dan perlengkapan yang dibutuhkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SMA Labschool Unsyiah semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masyarakat.

SMA Labschool Unsyiah Gelar Workshop Penyusunan Modul Belajar Adaptif dan Kolaboratif

Banda Aceh, Sabtu 09 Mei 2026, SMA Labschool Unsyiah melaksanakan Workshop Pembuatan Modul Belajar Adaptif, Kolaboratif, dan Proyek Berbasis Siswa yang berlangsung di ruang perpustakaan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.

Workshop menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, yaitu Dr. Herliana, M.Pd.. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya penyusunan modul ajar yang mampu menyesuaikan kebutuhan dan karakter belajar siswa di era pendidikan modern saat ini.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Labschool Unsyiah, Hendra Darmawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, serta bermakna bagi siswa. Menurutnya, modul pembelajaran yang baik akan membantu siswa lebih mandiri dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan.

Pada sesi materi, para guru mendapatkan pendampingan mengenai cara merancang pembelajaran adaptif yang mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Selain itu, pendekatan kolaboratif dan pembelajaran berbasis proyek juga menjadi fokus utama agar siswa dapat lebih aktif, berpikir kritis, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembelajaran.

Dr. Herliana menegaskan bahwa konsep pembelajaran mendalam dapat tercapai ketika siswa mampu menemukan sendiri pemahaman dari proses belajar yang mereka jalani. “Anak akan menemukan konsepnya sendiri, sehingga yang didapatkan anak mendalam dan bermakna,” ungkapnya saat memberikan penguatan kepada para peserta workshop. Pernyataan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari seluruh guru yang mengikuti kegiatan.

Melalui workshop ini, SMA Labschool Unsyiah berharap seluruh guru dapat menghasilkan modul pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa abad ke-21. Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh semangat, ditandai dengan diskusi aktif, praktik penyusunan modul, serta berbagi pengalaman antar guru demi menciptakan pembelajaran yang semakin berkualitas di lingkungan sekolah.

IHT SMA Labschool Unsyiah Tingkatkan Profesionalisme Guru melalui Pembelajaran Mendalam

Jumat, 08 Mei 2026, seluruh dewan guru SMA Labschool Unsyiah mengikuti kegiatan In House Training (IHT) yang berlangsung di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun pembentukan karakter, dengan fokus utama pada konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.

Kegiatan IHT menghadirkan pemateri internal sekolah, yaitu Ibu Iza Maulina, S.Pd yang menyampaikan materi secara interaktif dan mendalam. Di awal sesi, beliau mengajak seluruh peserta untuk mengenang pengalaman belajar yang paling membekas sejak masa kecil. Suasana diskusi menjadi hangat karena setiap guru berbagi cerita dan refleksi tentang pembelajaran yang memberi pengaruh besar dalam kehidupan mereka.

Dalam pemaparannya, Bu Iza menjelaskan berbagai dimensi pembelajaran mendalam yang menekankan pentingnya proses belajar yang bermakna, reflektif, dan mampu membentuk karakter peserta didik. Materi tersebut juga mengajak para guru untuk memahami bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan pola pikir dan kompetensi siswa secara menyeluruh.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing mendapatkan tema berbeda untuk dibahas dan dipresentasikan. Kelompok pertama membahas tentang Growth Mindset, kelompok kedua memaparkan tiga prinsip pembelajaran mendalam, kelompok ketiga menjelaskan tiga pengalaman belajar, kelompok keempat membahas delapan dimensi profil lulusan, dan kelompok kelima mempresentasikan kerangka pembelajaran.

Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi dengan penuh antusias. Para peserta terlihat aktif bertukar ide dan memberikan pandangan terkait tema yang dibahas. Tidak hanya itu, kelompok lain juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sehingga suasana diskusi menjadi semakin hidup dan komunikatif. Setiap anggota kelompok berusaha memberikan jawaban terbaik atas pertanyaan yang disampaikan. Melalui kegiatan IHT ini, SMA Labschool Unsyiah berharap seluruh guru dapat semakin memahami konsep pembelajaran mendalam dan mampu mengimplementasikannya dalam proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kolaborasi antar guru untuk terus berinovasi demi menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik.

Alumni Kembali Mengabdi, Klinik Pratama USK Gelar Penyuluhan Kesehatan di SMA Labschool Unsyiah

Banda Aceh, Kamis 07 Mei 2026 — SMA Labschool Unsyiah kembali mengadakan kegiatan edukatif bagi para siswa melalui penyuluhan dan edukasi kesehatan yang bekerja sama dengan Klinik Pratama USK. Kegiatan ini merupakan bagian dari program promotif dan preventif di bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di musholla sekolah setelah pelaksanaan salat Zuhur dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X SMA Labschool Unsyiah. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusias, terlihat dari semangat para siswa dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Menariknya, dokter yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini adalah dr. Ghina Mardhatillah yang merupakan alumni SMA Labschool Unsyiah. Kehadiran alumni sebagai narasumber memberikan motivasi tersendiri bagi para siswa karena dapat berbagi pengalaman sekaligus memberikan inspirasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan meraih cita-cita.

Dalam penyampaiannya, dr. Ghina memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta langkah-langkah pencegahan berbagai penyakit yang sering dialami remaja. Selain itu, siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung terkait kesehatan sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan bermanfaat.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program penyuluhan kesehatan dapat terus dilaksanakan secara berkala. Melalui kegiatan ini, SMA Labschool Unsyiah berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan kualitas akademik siswa, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat demi menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Silaturahmi dan Sosialisasi Edlink+ConneX di SMA Labschool Unsyiah

SMA Labschool Unsyiah mengadakan kegiatan sosialisasi pendidikan internasional yang diinisiasi oleh Edlink+ConneX bekerja sama dengan LingGo English. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas XI tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Edlink+ConneX memperkenalkan berbagai layanan yang mereka berikan kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi abroad. Edlink+ConneX merupakan konsultan pendidikan yang membantu siswa dalam proses persiapan, pengurusan hingga keberangkatan studi ke luar negeri secara gratis. Tidak hanya itu, mereka juga mendampingi siswa untuk memperoleh peluang beasiswa dari kampus tujuan di berbagai negara.

Sementara itu, LingGo English turut memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya kemampuan bahasa Inggris dalam mendukung pendidikan internasional. Para siswa tampak aktif selama sesi berlangsung dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai persiapan studi abroad, pilihan negara tujuan, hingga persyaratan beasiswa yang dapat diperoleh setelah lulus SMA.

Antusiasme siswa terlihat semakin tinggi ketika beberapa di antaranya mulai menanyakan peluang untuk melanjutkan studi ke luar negeri setelah menyelesaikan pendidikan di SMA nanti. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu membuka wawasan dan meningkatkan motivasi siswa untuk meraih pendidikan yang lebih luas di tingkat internasional.

Karya Kreatif Siswa Labschool Unsyiah Ramaikan Pameran Hardiknas di Kantor Gubernur Aceh

Banda Aceh, 04 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Aceh menggelar Pameran Inovasi Siswa yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Aceh. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pelajar untuk menampilkan kreativitas dan inovasi terbaik mereka. SMA Labschool Unsyiah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menghadirkan berbagai karya unggulan hasil proyek siswa.

Partisipasi SMA Labschool Unsyiah dalam pameran ini mendapat perhatian besar dari para pengunjung. Stand sekolah tersebut ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, hingga masyarakat umum yang tertarik melihat langsung inovasi yang ditampilkan. Antusiasme ini menunjukkan tingginya apresiasi terhadap karya-karya kreatif siswa.

Kehadiran Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, turut menambah semarak kegiatan. Beliau menyempatkan diri mengunjungi stand SMA Labschool Unsyiah dan memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dipamerkan. Kunjungan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.

Adapun karya yang dipamerkan merupakan hasil proyek mandiri siswa yang berbasis teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan. Di antaranya adalah Hydromind, sebuah alat yang berfokus pada pengelolaan air secara cerdas; Oceanergy yang mengangkat konsep energi terbarukan dari laut; serta breathAI, inovasi berbasis kecerdasan buatan yang berkaitan dengan kesehatan pernapasan.

Kegiatan ini didampingi oleh guru pembimbing, yaitu Zuchra Ulfa dan Cut Julya Ressa, yang berperan aktif dalam membimbing siswa sejak tahap perencanaan hingga implementasi proyek. Keduanya menekankan pentingnya pembelajaran berbasis proyek sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan kolaborasi siswa.

Melalui keikutsertaan dalam Pameran Inovasi Hardiknas 2026 ini, SMA Labschool Unsyiah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi siswa di bidang sains dan teknologi. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan ide-ide inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Momentum Hardiknas, SMA Labschool Unsyiah Gelar Gerakan Indonesia ASRI dan Penanaman Pohon

Banda Aceh, 4 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), SMA Labschool Unsyiah melaksanakan berbagai kegiatan positif dan edukatif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang mendorong satuan pendidikan untuk mendukung gerakan nasional maupun daerah yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan.

Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini diwujudkan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Bersama-sama membersihkan fasilitas sekolah, ruang kelas, serta area aula guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat.

Selain kegiatan kebersihan, SMA Labschool Unsyiah juga menggelar aksi penanaman pohon berbuah dan tanaman produktif lainnya di lingkungan sekolah. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sebagai sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga alam sejak dini.

Menariknya, pada tahun ini setiap kelas diwajibkan membawa dua jenis tanaman buah untuk ditanam di area sekolah. Beragam tanaman dibawa oleh siswa, seperti kelengkeng, daun kari, jeruk purut, kelapa hibrida, siring gading, melati, mangga, jambu, sirsak, belimbing, duku, buah naga, pepaya (kates), rambutan, hingga kelor. Keanekaragaman tanaman ini diharapkan dapat menjadikan lingkungan sekolah lebih hijau dan produktif.

Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebagai upaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan dan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Lebih lanjut, Bapak Hendra berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.