April 2026

SMA Labschool Unsyiah dan UTP Resmi Jalin Kerja Sama Internasional melalui Penandatanganan MoU

Banda Aceh, 27 April 2026 — Setelah tiga hari penuh melaksanakan rangkaian kegiatan Young Leaders & Cultural Immersion Programme, SMA Labschool Unsyiah bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) resmi menutup program tersebut melalui kegiatan Closing Ceremony yang berlangsung di aula SMA Labschool Unsyiah. Acara ini menjadi penutup sekaligus momen refleksi atas berbagai pengalaman pembelajaran lintas budaya yang telah dijalani para peserta.

Kegiatan penutupan diisi dengan sesi refleksi yang melibatkan siswa dari kedua institusi, di mana mereka berbagi pengalaman, kesan, serta pelajaran berharga selama mengikuti program. Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa ketika para peserta menyampaikan bagaimana program ini membuka wawasan baru, terutama dalam memahami budaya, komunikasi, dan kerja sama internasional.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMA Labschool Unsyiah dan Universiti Teknologi PETRONAS. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan pendidikan global serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa di kedua belah pihak.

Adapun beberapa butir kesepakatan dalam MoU tersebut meliputi pelaksanaan tour study tahunan, pengembangan kegiatan budaya dan olahraga, serta pengayaan kemampuan bahasa Inggris dengan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada komunikasi seperti diskusi, presentasi, dan public speaking. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan kepemimpinan dan keterampilan siswa.

Tidak hanya itu, kedua institusi juga sepakat untuk memupuk pertumbuhan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan pemecahan masalah di era global. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul dan siap bersaing secara internasional.

Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran nonformal yang sangat penting bagi siswa. Ia menekankan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung di luar sekolah, seperti program pertukaran budaya ini.

Sementara itu, perwakilan UTP, Encik Ahmad PG Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan selama berada di Aceh. Ia mengaku sangat terkesan dengan kekayaan sejarah dan budaya daerah ini, termasuk saat mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman yang menurutnya sangat megah dan memukau. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi kedua institusi di masa mendatang.

Delegasi UTP Jelajahi Sejarah dan Budaya Aceh, Kunjungi Museum hingga Rumah Singgah Kemanusiaan

Banda Aceh, 26 April 2026 — Memasuki hari kedua kunjungan di Banda Aceh, delegasi dari Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) melaksanakan rangkaian wisata edukatif dan budaya yang memperkenalkan kekayaan sejarah serta kehidupan masyarakat Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pertukaran budaya yang diikuti bersama SMA Labschool Unsyiah.

Perjalanan dimulai dari hotel tempat para delegasi menginap menuju destinasi pertama, yaitu Museum Aceh. Sepanjang perjalanan, para tamu disuguhkan pemandangan Kota Banda Aceh yang tertata rapi dan berkembang pesat. Perwakilan siswa SMA Labschool Unsyiah turut mendampingi dengan memberikan penjelasan mengenai berbagai titik penting yang dilalui, seperti Jembatan Lamnyong, Simpang Mesra, Polda Aceh, Asrama Haji Banda Aceh, hingga Masjid Oman Al-Makmur.

Setibanya di Museum Aceh, para delegasi disambut oleh tim pemandu yang menjelaskan berbagai koleksi bersejarah. Materi yang disampaikan mencakup sejarah Kesultanan Aceh Darussalam, ragam pakaian adat, peninggalan masa perang, hingga informasi tentang keanekaragaman hayati di Aceh. Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam mengenai identitas budaya dan sejarah panjang daerah tersebut.

Usai sesi edukasi, para delegasi bersama pendamping dari SMA Labschool Unsyiah dan mahasiswa FMIPA USK melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat jelas dalam interaksi antar peserta dari kedua negara.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju PLTD Apung, sebuah kapal pembangkit listrik yang terseret hingga ke daratan saat peristiwa Tsunami Aceh 2004. Lokasi ini menjadi simbol dahsyatnya bencana sekaligus pengingat akan kekuatan dan ketangguhan masyarakat Aceh dalam bangkit dari tragedi.

Destinasi berikutnya adalah Masjid Raya Baiturrahman yang merupakan ikon kebanggaan masyarakat Aceh. Para delegasi tampak terpesona oleh arsitektur megah masjid yang sarat nilai sejarah dan religius. Mereka juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh budaya islami yang kental di Banda Aceh serta mengabadikan momen di halaman masjid.

Setelah dari Masjid Raya Baiturrahman, rombongan delegasi melanjutkan perjalanan menuju Museum Tsunami Aceh. Setibanya di lokasi, para peserta diajak menyusuri berbagai ruang pamer yang dirancang untuk memberikan pengalaman mendalam tentang peristiwa Tsunami Aceh 2004. Melalui lorong gelap dengan suara gemuruh air serta instalasi visual yang imersif, para delegasi seakan dibawa kembali pada suasana mencekam saat bencana tersebut terjadi.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman emosional, museum ini juga menyajikan informasi edukatif mengenai proses terjadinya tsunami, dampak yang ditimbulkan, serta upaya mitigasi bencana di masa kini. Para delegasi tampak antusias sekaligus terharu saat membaca nama-nama korban yang diabadikan dan menyaksikan dokumentasi perjuangan masyarakat Aceh dalam bangkit dari musibah. Kunjungan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya kesiapsiagaan serta nilai kemanusiaan di tengah bencana.

Setelah itu, rombongan menuju kawasan Peunayong untuk berbelanja berbagai souvenir khas Aceh. Di kawasan ini, para delegasi membeli aneka oleh-oleh seperti kain bordir Aceh, kopi khas Gayo, hingga kerajinan tangan tradisional. Aktivitas ini tidak hanya menjadi pengalaman berbelanja, tetapi juga sarana mengenal produk lokal dan mendukung pelaku usaha masyarakat setempat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua, delegasi mengunjungi Rumah Singgah Children Cancer Care Community (C-Four) Aceh, sebuah komunitas sosial yang memberikan pendampingan bagi anak-anak penderita kanker. Komunitas ini didirikan oleh Ibu Ratna Eliza yang juga merupakan staf di SMA Labschool Unsyiah. Kunjungan ini menjadi momen reflektif dan penuh empati, sekaligus memperlihatkan sisi kemanusiaan dalam rangkaian kegiatan. Seluruh aktivitas hari itu berlangsung lancar dengan pendampingan hangat dari guru, siswa SMA Labschool Unsyiah, serta mahasiswa FMIPA Universitas Syiah Kuala.

SMA Labschool Unsyiah Sambut Delegasi Universiti Teknologi PETRONAS, Kolaborasi Lintas Pendidikan dan Budaya

Banda Aceh, 25 April 2026 — SMA Labschool Unsyiah menerima kunjungan delegasi dari Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) dalam rangka pelaksanaan program Young Leaders & Cultural Immersion Programme. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan pendidikan lintas negara sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda.

Program ini berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2026, dengan melibatkan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti serangkaian aktivitas yang dirancang untuk memperkaya wawasan kepemimpinan, budaya, serta kemampuan komunikasi global.

Delegasi UTP yang hadir terdiri dari Senior Manager Student Affairs Encik Ahmad PG Abdullah, Madam Nur Adriena Amiz Abdul Muthalib, Miss Nurul Izzah Binti Muhammad Ridwan, para dosen, serta 35 mahasiswa. Kehadiran rombongan ini disambut hangat oleh keluarga besar SMA Labschool Unsyiah.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi, di antaranya Dekan Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Bapak Dr. Ir. Irwansyah, ST., M.Eng, serta Ketua Program Studi Fisika FMIPA Universitas Syiah Kuala, Bapak Dr. Saumi Syahreza, S.Si., M.Si. Kehadiran para akademisi ini semakin memperkuat nuansa ilmiah dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra Darmawan, S.Si., Gr., menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang kolaborasi nyata lintas negara, lintas jenjang pendidikan, dan lintas budaya.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, proses belajar tidak hanya terjadi dalam kegiatan formal, tetapi juga melalui interaksi, diskusi, dan pengalaman bersama selama program berlangsung.

Sementara itu, perwakilan UTP, Encik Ahmad PG Abdullah, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh SMA Labschool Unsyiah. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan pengalaman pertama bagi pihaknya ke Indonesia, khususnya Aceh.

Encik Ahmad juga berharap kehadiran delegasi UTP dapat memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, inovasi, serta capacity building bagi siswa-siswi SMA Labschool Unsyiah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi.

Kegiatan ini turut melibatkan dewan guru serta sekitar 40 siswa SMA Labschool Unsyiah yang tergabung dalam pengurus OSIS dan anggota science club. Partisipasi aktif siswa diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperluas wawasan global sejak dini.

Selain itu, beberapa mahasiswa dari FMIPA Universitas Syiah Kuala juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi penguat dalam proses pembelajaran yang lebih kaya, khususnya dalam bidang sains dan pengembangan pemikiran kritis.

Pada hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan difokuskan di lingkungan SMA Labschool Unsyiah serta kunjungan ke Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian program yang diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Siswa SMA Labschool Unsyiah Bersinar di Wardah Women’s Basketball League 2026

Banda Aceh, 20 April 2026 — Tiga siswa SMA Labschool Unsyiah kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga, khususnya cabang bola basket. Mereka turut memperkuat dua tim dalam ajang Wardah Women’s Basketball League yang digelar di GOR Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK).

Pada kompetisi tersebut, tim Leven berhasil meraih juara pertama setelah memenangkan pertandingan final dengan skor tipis 36-33. Dua siswa SMA Labschool Unsyiah yang tergabung dalam tim ini adalah Nayla Hazwa Omar dan Zaskia Maharani Suhaimi, yang tampil solid sepanjang pertandingan dan memberikan kontribusi penting bagi kemenangan tim.

Sementara itu, satu siswa lainnya, Kanaya Sadira, turut memperkuat tim Arai yang berhasil meraih juara ketiga. Tim Arai menutup pertandingan dengan kemenangan 27-18, menunjukkan performa yang tidak kalah kompetitif dalam ajang bergengsi tersebut.

Ketiga siswa tersebut diketahui aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket di SMA Labschool Unsyiah. Konsistensi dalam latihan dan semangat berkompetisi menjadi kunci utama dalam mendukung pencapaian prestasi mereka di tingkat kompetisi.

Guru olahraga SMA Labschool Unsyiah, Pak Riswandi, yang selama ini aktif mendampingi para siswa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. “Alhamdulillah, terima kasih bapak/ibu atas support-nya selama ini untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak di bidang ekstrakurikuler,” ujarnya.

Kepala SMA Labschool Unsyiah juga turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih para siswa. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh tim dan berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di berbagai bidang.

Siswa SMA Labschool Unsyiah Raih Prestasi Gemilang di POSI Aceh 2026

Minggu, 19 April 2026, siswa SMA Labschool Unsyiah kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Olimpiade Sains Indonesia (POSI) tingkat SMA/MA/SMK se-Provinsi Aceh. Kompetisi ini dilaksanakan secara luring di MTsN 4 Banda Aceh dan diikuti oleh pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Aceh.

Dalam ajang bergengsi tersebut, sejumlah siswa SMA Labschool Unsyiah berhasil meraih medali di berbagai bidang lomba. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas akademik serta semangat kompetitif yang tinggi dari para siswa dalam mengembangkan potensi diri mereka di bidang sains dan bahasa.

Keisya Nabila Fahmi berhasil meraih Medali Emas pada bidang Bahasa Inggris, menjadi capaian tertinggi dalam kompetisi tersebut. Sementara itu, Raisha Putri Izzati turut menyumbangkan Medali Perunggu pada bidang yang sama, menunjukkan kemampuan bahasa Inggris siswa yang sangat kompetitif di tingkat provinsi.

Prestasi juga diraih di bidang sains lainnya. Anna Althafunnisa meraih Medali Perunggu pada bidang Kimia, Ladya Aufa Rizkha meraih Medali Perunggu pada bidang Kebumian, serta Thara Vionita Ibrahim yang juga meraih Medali Perunggu pada bidang Geografi. Tidak ketinggalan, Arunakara Anandaffa berhasil membawa pulang Medali Perunggu pada bidang Fisika.

Keberhasilan para siswa ini tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan yang dilakukan oleh guru pembimbing, Ibu Cut Lidya NK, S.Pd., Gr., yang dengan penuh dedikasi mendampingi siswa selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama sekolah. Beliau berharap prestasi ini dapat menjadi kekuatan untuk mendukung melanjutkan ke perguruan tinggi nanti, dan terus berprestasi, berkompetisi secara sehat, dan membawa nama baik sekolah di berbagai ajang akademik di masa yang akan datang.

Sosialisasi Pendidikan ke Jerman oleh Dream Aceh Academy untuk Siswa Kelas X SMA Labschool Unsyiah

Banda Aceh, Kamis (16/04/2026) – Siswa kelas X SMA Labschool Unsyiah mengikuti kegiatan sosialisasi pendidikan luar negeri yang diselenggarakan oleh Dream Aceh Academy (DAA). Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada para siswa mengenai berbagai peluang pendidikan dan program pengembangan diri yang dapat ditempuh di Jerman.

Dalam kegiatan tersebut, pihak DAA memperkenalkan lembaganya sebagai penyedia layanan konsultasi pendidikan sekaligus kursus bahasa asing, khususnya bahasa Jerman. Lembaga ini memberikan pendampingan bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke Jerman, baik pada jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), serta berbagai program lain yang tersedia bagi lulusan sekolah menengah.

Selain program kuliah, sosialisasi juga membahas peluang mengikuti program Ausbildung, Au-Pair, serta kegiatan sosial seperti FSJ/BFD yang cukup diminati oleh pelajar Indonesia yang ingin memperoleh pengalaman belajar sekaligus bekerja di Jerman. Program-program tersebut membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan internasional, dan membangun pengalaman global.

Dalam pemaparannya, tim dari Dream Aceh Academy juga menjelaskan pentingnya penguasaan bahasa Jerman sebagai salah satu syarat utama untuk mengikuti program pendidikan maupun pelatihan di Jerman. Oleh karena itu, DAA menyediakan program kursus bahasa Jerman yang dirancang untuk mempersiapkan peserta menghadapi ujian sertifikasi bahasa internasional seperti Goethe-Zertifikat.

Para siswa mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan antusias. Banyak di antara mereka yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses pendaftaran, persyaratan bahasa, serta peluang beasiswa yang tersedia bagi pelajar internasional di Jerman. Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab antara siswa dengan pemateri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Labschool Unsyiah dapat memperoleh informasi yang lebih luas mengenai kesempatan pendidikan di luar negeri serta mulai mempersiapkan diri sejak dini untuk meraih peluang tersebut. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan wawasan global dan memotivasi siswa untuk merencanakan masa depan pendidikan mereka secara lebih terarah.

Rapat Evaluasi Bulanan, SMA Labschool Unsyiah Bahas Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Banda Aceh, 10 April 2026 — SMA Labschool Unsyiah menggelar rapat evaluasi bulanan yang diikuti oleh seluruh dewan guru dan staf sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya rutin sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat koordinasi antar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Rapat yang berlangsung dalam suasana serius namun penuh kebersamaan tersebut membahas berbagai hal penting terkait proses pembelajaran, kinerja guru, serta program-program pengembangan sekolah. Evaluasi bulanan ini menjadi forum bagi para guru dan staf untuk menyampaikan perkembangan, kendala, serta rencana peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Pengajaran, Ibu Anneza Astriet, S.Pd., Gr., M.Si., menyampaikan evaluasi terkait pelaksanaan kurikulum dan proses pengajaran di kelas. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pembelajaran melalui perencanaan yang matang serta implementasi metode pembelajaran yang efektif dan inovatif.

Selain itu, Ibu Anneza juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat sekolah akan melaksanakan supervisi internal terhadap para guru sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme pendidik. Kegiatan tersebut akan disertai dengan pelaksanaan In House Training (IHT) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra Darmawan, S.Si., turut menyampaikan evaluasi terhadap kinerja guru dan staf selama satu bulan terakhir. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama yang baik antar seluruh unsur sekolah demi terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas.

Melalui rapat evaluasi bulanan ini, diharapkan seluruh guru dan staf SMA Labschool Unsyiah dapat terus meningkatkan kinerja serta menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswa. Evaluasi rutin ini juga menjadi sarana refleksi bersama untuk terus memperbaiki dan mengembangkan program-program sekolah di masa mendatang.

Muhammad Rafiif Aldhifa Raih Juara 1 Tenis Meja di Ajang PASCAL SMAN 10 Fajar Harapan

Banda Aceh, 08/04/26. Siswa SMA Labschool Unsyiah kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat pelajar. Muhammad Rafiif, siswa kelas XI LABS 1, berhasil meraih Juara 1 pada cabang olahraga tenis meja dalam ajang PASCAL (Parade of Art, Science, and Religion) yang diselenggarakan di SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh.

PASCAL merupakan kegiatan tahunan bergengsi yang diikuti oleh siswa SMA/MA/SMK dari berbagai daerah di Aceh. Kegiatan ini menghadirkan berbagai perlombaan di bidang seni, sains, agama, hingga olahraga yang menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta semangat kompetisi yang sehat.

Dalam kompetisi tenis meja tersebut, Muhammad Rafiif tampil dengan penuh percaya diri dan menunjukkan teknik permainan yang solid sejak babak awal hingga partai final. Dengan semangat dan konsistensi permainan, ia berhasil mengalahkan para pesaingnya dan keluar sebagai juara pertama.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMA Labschool Unsyiah. Keberhasilan Rafiif tidak hanya menunjukkan kemampuan individu yang luar biasa, tetapi juga mencerminkan semangat pembinaan prestasi siswa yang terus dikembangkan oleh sekolah.

Pihak sekolah berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Keikutsertaan dalam ajang seperti PASCAL juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar pelajar sekaligus mengasah potensi generasi muda Aceh.