Inovasi AquaMoss Wall Antarkan Tim SMA Labschool Unsyiah Raih Juara 2 STEAM Disaster Innovation Competition

Banda Aceh, 7 September 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Labschool Unsyiah Banda Aceh. Tiga siswi yang tergabung dalam Tim Labschool berhasil meraih Juara 2 pada jenjang SMA/sederajat dalam ajang Universitas Samudra STEAM Disaster Innovation Competition yang berlangsung pada 1–3 September 2026. Pencapaian ini menjadi bukti semangat siswa dalam mengembangkan inovasi berbasis sains, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan serta kebencanaan.

Tim Labschool yang berhasil mengharumkan nama sekolah tersebut terdiri atas Anisha Bella Khanza Phoenna Nastia dari XI Labs 4, serta Puan Khansa Saifani dan Cut Najwa M. Aji dari XI Labs 5. Selama mengikuti rangkaian kompetisi, ketiganya mendapatkan pendampingan dari Ibu Cut Lidya Natasya K, S.Pd.Gr. Dukungan dan pendampingan tersebut turut membantu para siswa dalam mempersiapkan penelitian, menyempurnakan produk inovasi, hingga menghadapi tahap presentasi di hadapan dewan juri.

Perjalanan Tim Labschool menuju babak final diawali dengan proses seleksi jurnal penelitian. Setelah berhasil melewati tahapan tersebut, tim kemudian melanjutkan perjuangan ke tahap presentasi untuk memaparkan gagasan dan inovasi yang telah dikembangkan. Produk yang diusung dalam kompetisi tersebut diberi nama “AquaMoss Wall”, sebuah inovasi pelindung tebing sungai yang dirancang sebagai solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk menghadapi potensi erosi akibat banjir bandang di Aceh.

AquaMoss Wall dikembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal, yaitu serabut kelapa, biochar sekam padi, dan lumut lokal. Serabut kelapa berfungsi membantu menahan tanah pada tebing, sementara biochar sekam padi membantu mempertahankan kelembapan. Di sisi lain, lumut dan vegetasi berperan dalam melindungi permukaan tanah sekaligus membantu memperkuat struktur tanah melalui pertumbuhan akar. Inovasi tersebut juga dilengkapi dengan mekanisme peringatan mekanis sederhana menggunakan pentungan bambu yang dapat menghasilkan bunyi ketika terjadi pergeseran struktur tebing.

Melalui inovasi tersebut, Tim Labschool berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan erosi dan sedimentasi, tetapi juga mendukung pemulihan ekosistem sungai. Pemanfaatan bahan lokal dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari konsep AquaMoss Wall sehingga diharapkan dapat diterapkan sebagai teknologi tepat guna yang adaptif, sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan, khususnya di kawasan tebing sungai yang rawan mengalami erosi.

Atas prestasi tersebut, Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh anggota Tim Labschool beserta pendamping. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berani berinovasi, melakukan penelitian, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Capaian Juara 2 ini juga diharapkan dapat dipertahankan dan menjadi langkah awal bagi SMA Labschool Unsyiah untuk terus menorehkan prestasi di berbagai kompetisi sains, teknologi, dan inovasi.

Bangga Berprestasi, Berkarakter, dan Menginspirasi!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *