
Banda Aceh, Sabtu 09 Mei 2026, SMA Labschool Unsyiah melaksanakan Workshop Pembuatan Modul Belajar Adaptif, Kolaboratif, dan Proyek Berbasis Siswa yang berlangsung di ruang perpustakaan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Workshop menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, yaitu Dr. Herliana, M.Pd.. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya penyusunan modul ajar yang mampu menyesuaikan kebutuhan dan karakter belajar siswa di era pendidikan modern saat ini.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Labschool Unsyiah, Hendra Darmawan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, serta bermakna bagi siswa. Menurutnya, modul pembelajaran yang baik akan membantu siswa lebih mandiri dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan.
Pada sesi materi, para guru mendapatkan pendampingan mengenai cara merancang pembelajaran adaptif yang mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Selain itu, pendekatan kolaboratif dan pembelajaran berbasis proyek juga menjadi fokus utama agar siswa dapat lebih aktif, berpikir kritis, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembelajaran.
Dr. Herliana menegaskan bahwa konsep pembelajaran mendalam dapat tercapai ketika siswa mampu menemukan sendiri pemahaman dari proses belajar yang mereka jalani. “Anak akan menemukan konsepnya sendiri, sehingga yang didapatkan anak mendalam dan bermakna,” ungkapnya saat memberikan penguatan kepada para peserta workshop. Pernyataan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari seluruh guru yang mengikuti kegiatan.

Melalui workshop ini, SMA Labschool Unsyiah berharap seluruh guru dapat menghasilkan modul pembelajaran yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa abad ke-21. Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh semangat, ditandai dengan diskusi aktif, praktik penyusunan modul, serta berbagi pengalaman antar guru demi menciptakan pembelajaran yang semakin berkualitas di lingkungan sekolah.
