Siswa SMA Labschool Unsyiah Ikuti Pelatihan Jurnalis Sekolah Anti Hoaks

Banda Aceh, 22/08/25. Lima siswa SMA Labschool Unsyiah bersama satu guru pendamping mengikuti kegiatan Pelatihan Pengabdian Kemitraan Masyarakat yang mengangkat tema “Sekolah Berbasis Jurnalisme sebagai Upaya Antisipasi Hoaks yang Berdampak pada Kesehatan Mental melalui Pelatihan Literasi dan Numerasi”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh.

Adapun siswa Labschool yang terlibat dalam pelatihan tersebut yakni Raisha Putri Izzati, Arsya Takhfa, Nisaul Khairati, Raihana Elmira Mumtaz, dan Ulayya Shadiqa. Mereka didampingi oleh Ibu Nanda Desia Putri, S.Pd., sebagai guru pendamping. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan terkait literasi, numerasi, serta keterampilan jurnalistik yang relevan dengan isu-isu kekinian.

Pelatihan ini dijalani selama empat kali pertemuan dengan agenda materi, praktik penulisan, serta pendalaman wawasan mengenai jurnalisme sekolah. Peserta juga diarahkan untuk mampu mengembangkan sikap kritis dalam menyaring informasi dan melatih kepekaan sosial melalui karya tulis.

Pada kegiatan penutupan, siswa SMA Labschool turut memberikan penampilan yang menambah semarak suasana acara. Selain itu, panitia juga mengumumkan hasil karya terbaik dari para peserta dalam kategori penulisan feature. Salah satu karya dari siswa Labschool berhasil menarik perhatian dewan juri.

Tulisan berjudul “Tidur di Kelas, Bangun di Jepang” karya Raisha Putri Izzati, siswi kelas XI Labs 3, terpilih mewakili siswa dari lima sekolah yang ikut dalam pelatihan. Feature tersebut dinilai memiliki kreativitas, kekuatan narasi, serta pesan inspiratif yang relevan dengan tema kegiatan.

Atas prestasi tersebut, Raisha Putri Izzati dianugerahi penghargaan sebagai Feature Terbaik. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMA Labschool Unsyiah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kemampuan literasi dan jurnalistik yang mampu bersaing di tingkat kota.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *