
Sebanyak 49 siswa SMA Labschool Unsyiah telah selesai mengikuti ajang internasional The World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia. Keikutsertaan para siswa dalam kompetisi inovasi tingkat dunia ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendorong pengembangan riset, kreativitas, dan inovasi generasi muda di bidang sains dan teknologi.
Dalam ajang bergengsi tersebut, SMA Labschool Unsyiah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 4 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Capaian ini sekaligus menunjukkan kemampuan siswa SMA Labschool Unsyiah untuk bersaing secara global melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi masa kini.
Empat medali emas diraih melalui proyek inovatif bertajuk “JIGHURT: Probiotic Yoghurt Made from Fermented Tajin”. Selain itu, medali emas juga diperoleh melalui proyek “FISH-U: Natural Antimicrobial Bio-Preservative for Fresh Fish” yang menghadirkan solusi pengawetan ikan segar berbahan alami. Inovasi lain yang meraih emas adalah “Nanoemulsion Ointment with Active Components of Aceh Patchouli Oil as a Diabetic Topical Wound Treatment” yang memanfaatkan minyak nilam Aceh sebagai pengobatan luka diabetes.
Prestasi emas berikutnya diraih melalui proyek “Integrated Smart Agricultural Decision System (ISADS): A Smart IoT-Based Assistant for Sustainable Chili and Mustard Green Farming”. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) tersebut dirancang untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan pertanian berkelanjutan, khususnya pada budidaya cabai dan sawi hijau. Karya ini mendapat apresiasi tinggi karena dinilai mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan sektor pertanian secara efektif.
Sementara itu, dua medali perak berhasil diraih melalui proyek “INFORTO: An Innovative Smart Toilet for Early Detection of Kidney Health Conditions via Urine pH Sensing and Embedded Smart Display Technology” serta proyek “MINIOBUDDY”. Kedua inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung bidang kesehatan dan teknologi terapan bagi masyarakat luas.
Pada kategori perunggu, SMA Labschool Unsyiah memperoleh penghargaan melalui proyek “WEATHERTRACK: ESP32-Based Smart IoT Weather Monitoring System with Real-Time Weather Parameter Measurement”. Proyek ini menghadirkan sistem pemantauan cuaca berbasis IoT yang mampu mengukur parameter cuaca secara real-time sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan pemantauan lingkungan dan mitigasi cuaca.
Keberhasilan SMA Labschool Unsyiah di WYIE 2026 tidak terlepas dari kerja keras para siswa, dukungan sekolah, serta dedikasi para guru pembimbing dan pendamping kegiatan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Indonesia di tingkat internasional.

