
Banda Aceh, 15 Mei 2025 — Tim Promosi Kesehatan RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Remaja Tangguh Tanpa Risiko, Kesehatan Remaja Dimulai dari Kamu” di SMA Labschool Unsyiah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Edukasi Kelompok Khusus Eksternal, yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai kesehatan fisik dan mental di kalangan remaja.
Sebelum kegiatan dimulai Kepala Sekolah dan TIM dokter dari RSUD menandatangani Bersama bukti dukungan Pelaksanaan Inovasi Daerah RSUD dr. Zainoel Abidin dengan Jargon SEMISI (Sepakat, Komitmen & Aksi) Bersama SMA Labschool Unsyiah.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh siswa kelas XI yang terdiri dari tiga kelas dan berlangsung di musholla SMA Labschool Unsyiah. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari para siswa yang terlibat langsung dalam sesi materi dan praktik yang diberikan oleh para pemateri profesional dari RSUD dr. Zainoel Abidin.
Tiga narasumber hadir dalam kegiatan ini. Pemateri pertama, dr. Subhan Rio Pamungkas, Sp. KJ (K), menyampaikan materi tentang Perilaku Berisiko pada Remaja. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran diri dan lingkungan dalam mencegah perilaku yang merugikan kesehatan jiwa dan masa depan remaja.

Pemateri kedua, dr. Hafifah Rahmah, Sp. EM, memberikan materi mengenai Pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Ia menjelaskan langkah-langkah awal yang penting dilakukan dalam kondisi gawat darurat sebelum bantuan medis profesional tiba. Materi ini disambung dengan demonstrasi langsung yang dipandu oleh pemateri ketiga, Ners. Muhammad Rizal, S.Kep., yang secara praktik mengajarkan teknik dasar dalam melakukan BHD.

Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra Darmawan, S.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim dari RSUD dr. Zainoel Abidin. Beliau menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini untuk membekali siswa dengan pengetahuan kesehatan mental dan fisik, serta keterampilan dasar penyelamatan yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami risiko-risiko yang dihadapi pada masa remaja, tetapi juga memiliki bekal untuk menjaga kesehatan diri dan membantu sesama dalam situasi darurat. Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi penting antara dunia pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan tangguh.
