Mengisi masa libur sekolah dengan kegiatan positif, M. Rafif Arkan, siswa SMA Labschool Unsyiah, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam dua ajang turnamen tenis berbeda. Siswa berbakat ini sukses menyabet juara 1 dan juara 2 dalam dua kejuaraan bergengsi yang digelar dalam rentang waktu berdekatan.
Prestasi gemilang pertama diraih Rafif dalam ajang Kejurnas TDP Tenis Junior Banda Aceh Open 2025 yang berlangsung pada 11–13 Juli 2025 di Lapangan Tenis Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Pada kejuaraan ini, Rafif tampil impresif di kategori Kelompok Umur (KU) 16 Tahun Putra dan keluar sebagai juara 1. Turnamen yang mempertandingkan KU 10, 12, 14, 16, dan 18 ini diikuti oleh puluhan petenis junior dari berbagai daerah di Aceh dan Sumatera Utara.
Tidak hanya berhenti di situ, Rafif juga tampil dalam ajang Rencong Open Aceh Tennis Championship 2025 yang digelar lebih awal, yakni pada 27–29 Juni 2025. Dalam turnamen ini, Rafif bermain di kategori Ganda Putra dan berhasil meraih posisi juara 2. Kompetisi ini juga diikuti oleh atlet-atlet tenis muda terbaik dari berbagai penjuru Aceh.
Rangkaian prestasi ini menunjukkan konsistensi Rafif dalam dunia olahraga, khususnya tenis lapangan. Ketekunan dalam berlatih dan dukungan dari keluarga serta pihak sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilannya mengharumkan nama SMA Labschool Unsyiah di kancah olahraga regional.
Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Rafif. “Kami bangga atas dedikasi Rafif. Ini membuktikan bahwa siswa kami mampu berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ujar beliau.
Dengan dua prestasi beruntun ini, Rafif diharapkan terus mengembangkan kemampuannya dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk aktif dan berprestasi di berbagai bidang. SMA Labschool Unsyiah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal, baik dalam bidang olahraga, seni, maupun akademik.
Tujuh siswa dari SMA Labschool Unsyiah berhasil mengharumkan nama sekolah dan Indonesia di kancah internasional. TIM Labschool Unsyiah sukses meraih medali perak (Silver Award) pada ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2025 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada tanggal 5–6 Juli 2025. Prestasi membanggakan ini diraih atas keberhasilan tim dalam mempresentasikan karya inovatif berjudul Co. Dry (Automated Monitoring and Control System for IoT-Based Coffee Drying).
Co. Dry merupakan sebuah sistem pengeringan kopi berbasis IoT yang mampu memantau dan mengontrol proses pengeringan secara otomatis. Alat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen kopi, terutama di daerah-daerah penghasil kopi
Keikutsertaan siswa-siswi SMA Labschool Unsyiah dalam ajang JDIE 2025 telah dipersiapkan dari beberapa bulan melalui program pembinaan inovasi dan penelitian sekolah. Tim yang terdiri dari tujuh siswa berbakat ini adalah Shabrina Talitha Harwani, Rama Dania Fitra, dan Naira Kamal dari kelas XI Science-Technology; M. Arif dari XI Engineering; Siti Aathifah Fautia dan Putroe Meutuah Mikyal dari XI Bio-Technology; serta Arsya Takhfa dari kelas X MIPAS 1.
Tidak hanya melakukan riset mendalam, tetapi juga melatih kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris, mengingat kompetisi ini berskala internasional dan diikuti oleh ratusan tim dari berbagai negara.
Presentasi mereka di hadapan dewan juri internasional memukau dengan penyampaian yang sistematis, data riset yang kuat, serta demonstrasi prototipe alat yang telah diuji. Para juri memberikan apresiasi atas pendekatan teknologi yang praktis serta potensi implementasi nyata dari inovasi Co. Dry dalam industri kopi lokal maupun global.
Selama di Jepang, para siswa didampingi oleh Ibu Dr. Rini Safitri, M.Si sebagai pendampin. Sementara itu, ide dan pengembangan proyek mereka dibimbing langsung oleh Bapak Faruq Miqdad Mudaffar.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa Indonesia mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia dengan bekal kreativitas, kolaborasi, dan semangat inovasi. Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas dedikasi siswa, guru pembimbing, serta dukungan orang tua dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan ini.
Dengan pencapaian ini, SMA Labschool Unsyiah kembali membuktikan komitmennya dalam membina generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Tujuh siswa SMA Labschool Unsyiah berpartisipasi dalam ajang internasional Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang, pada tanggal 5 – 6 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi para siswa untuk memperkenalkan karya inovatif mereka di panggung dunia, sekaligus menimba pengalaman dalam bidang desain, teknologi, dan inovasi.
Para siswa yang mewakili sekolah dalam ajang ini adalah Shabrina Talitha Harwani, Rama Dania Fitra, dan Naira Kamal dari kelas XI Science-Technology; M. Arif dari XI Engineering; Siti Aathifah Fautia dan Putroe Meutuah Mikyal dari XI Bio-Technology; serta Arsya Takhfa dari kelas X MIPAS 1. Mereka membawa semangat kolaboratif dan ide kreatif yang diwujudkan dalam bentuk proyek teknologi berbasis kebutuhan lokal.
Inovasi yang dipamerkan dalam JDIE 2025 adalah Co. Dry (Automated Monitoring and Control System for IoT-Based Coffee Drying), yaitu sebuah sistem pengeringan kopi berbasis IoT yang mampu memantau dan mengontrol proses pengeringan secara otomatis. Alat ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen kopi, terutama di daerah-daerah penghasil kopi di Indonesia.
Pameran ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh pelajar, perusahaan, serta para profesional dari berbagai negara. Kehadiran siswa-siswi SMA Labschool Unsyiah dalam pameran ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global dalam hal inovasi dan teknologi.
Selama di Jepang, para siswa didampingi oleh Ibu Dr. Rini Safitri, M.Si sebagai pendamping utama. Sementara itu, ide dan pengembangan proyek mereka dibimbing langsung oleh Bapak Faruq Miqdad Mudaffar, guru pembina yang telah memfasilitasi riset dan pengembangan teknologi siswa sejak awal proses persiapan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan hasil karya, tetapi juga mendorong semangat kewirausahaan, kerja sama tim, dan pemecahan masalah berbasis teknologi. SMA Labschool Unsyiah berharap keikutsertaan ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berinovasi dan membanggakan Indonesia di kancah internasional.
Tim Basket Putra SMA Labschool Unsyiah berhasil meraih posisi Runner Up dalam ajang bergengsi PGE Pejuangan Cup Vol.2 yang digelar di Hall Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Dalam partai final yang berlangsung sengit, tim Labschool harus mengakui keunggulan SMA Methodist Banda Aceh.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak kuarter pertama. Tim SMA Labschool menunjukkan semangat juang dan kekompakan luar biasa, mampu memberikan perlawanan berarti kepada tim lawan. Meski tertinggal dalam perolehan angka, para pemain tetap tampil solid hingga menit akhir pertandingan.
Turnamen ini merupakan ajang Pejuangan Cup Vol.2 kategori SMA Putra dan Umum Putra tingkat SMA dan Umum se-Banda Aceh dan sekitarnya. Dalam edisi kedua ini, puluhan sekolah turut ambil bagian dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan. Tim Labschool berhasil menembus babak final setelah menyingkirkan beberapa tim unggulan dalam fase grup dan semifinal.
Raihan sebagai Runner Up ini menjadi bukti nyata perkembangan dan kerja keras tim basket SMA Labschool Unsyiah dalam latihan dan pembinaan. Dukungan dari para guru, pelatih, serta rekan-rekan di sekolah turut memberikan semangat dan motivasi besar bagi para pemain untuk terus berprestasi. Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Meskipun belum menjadi juara pertama, semangat, kekompakan, dan sportivitas yang ditunjukkan anak-anak sudah sangat luar biasa. Ini menjadi awal yang baik untuk meraih prestasi lebih tinggi ke depannya,” ujarnya.
Sabtu, 14 Juni 2025, seluruh dewan guru SMA Labschool Unsyiah mengikuti kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Guru Berbagi”, yang diselenggarakan di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini merupakan program dari kurikulum dan bagian dari upaya peningkatan kapasitas profesional guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan menyenangkan bagi siswa.
Dalam kesempatan ini, Ibu Cut Lidya Natasya, S.Pd., Gr., guru mata pelajaran Geografi, tampil sebagai pemateri utama. Beliau membawakan materi seputar pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran, dengan menekankan pentingnya integrasi tiga elemen utama yaitu Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning. Ketiga elemen ini diyakini dapat membentuk proses belajar yang utuh dan berdampak jangka panjang.
Dalam pemaparannya, Ibu Cut Lidya memberikan banyak contoh praktik pembelajaran dari mata pelajaran Geografi yang dapat diterapkan juga di mata pelajaran lain. Dengan pendekatan yang kontekstual, siswa diajak untuk membangun pemahaman yang dalam melalui kegiatan yang melibatkan empati, keingintahuan, dan kreativitas. Salah satu contoh yang menarik adalah simulasi bencana untuk mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.
Para guru yang hadir tampak antusias mengikuti sesi ini. Diskusi berjalan aktif dan produktif, di mana beberapa guru juga berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan prinsip-prinsip deep learning di kelas masing-masing. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bersama tentang bagaimana pembelajaran bisa lebih bermakna dan tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif semata.
Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan semangat berbagi dari Ibu Cut Lidya serta antusiasme seluruh guru yang hadir. Beliau berharap kegiatan semacam ini terus dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari budaya belajar di kalangan guru. “Guru yang hebat adalah guru yang terus belajar dan saling menguatkan,” ujar beliau dalam sambutannya.
Dengan berakhirnya kegiatan IHT ini, diharapkan seluruh guru SMA Labschool Unsyiah semakin terinspirasi untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya bermakna secara akademik, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan sosial siswa. Pembelajaran yang mindful dan joyful diyakini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan berdaya saing.
Pada Senin, 2 Juni 2025, SMA Labschool Unsyiah Banda Aceh menerima kunjungan istimewa dari Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Batu Sepuluh Sitiawan, Perak, Malaysia. Rombongan yang terdiri dari Pimpinan sekolah dan para guru sekolah tersebut disambut hangat oleh civitas akademika SMA Labschool Unsyiah di perpustakaan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antar lembaga pendidikan dari dua negara serumpun.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Sumber Daya, Bapak Rahmat Nazli, S.Pd.I, menyampaikan sambutan hangat kepada para tamu. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang dan menyampaikan kebahagiaan pihak sekolah atas kunjungan dari negara tetangga tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal kerja sama yang positif dan berkelanjutan dalam bidang pendidikan.
Sambutan balasan disampaikan oleh Guru Besar atau Kepala Sekolah SMK Batu Sepuluh Lekir, Perak, TN HJ Mohamad Hisham Bin Zahari. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas penerimaan yang luar biasa dari pihak SMA Labschool Unsyiah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas wawasan guru maupun siswa. Dalam kesempatan ini antar kedua sekolah juga menandatangani MoU Jaringan & Jalinan Antarabangsa.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil sekolah oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Anneza Astriet, S.Pd., Gr., M.Si. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan tentang visi dan misi SMA Labschool Unsyiah, sistem pembelajaran, serta berbagai program unggulan yang dijalankan, sains projek, TOEFL, IEL, conversisen, edu entrepreneur dan kegiatan ekstrakurikuler.
Setelah presentasi, acara berlanjut dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif. Para pendidik dari kedua sekolah saling bertukar pandangan dan pengalaman mengenai sistem kurikulum, manajemen sekolah, serta kegiatan pengembangan karakter siswa. Diskusi ini menjadi momen berharga untuk saling belajar dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari masing-masing sekolah.
Kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antar kedua sekolah. Baik pihak SMA Labschool Unsyiah maupun SMK Batu Sepuluh berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa depan sebagai upaya memperkuat jaringan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.
SMA Labschool kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Enam tim peneliti muda dari Labschool berhasil meraih satu medali emas dan lima medali perak dalam ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, pada tanggal 29–31 Mei 2025.
Ajang WYIE merupakan salah satu kompetisi inovasi dan penelitian terbesar bagi peneliti muda dari seluruh dunia. Tim-tim dari SMA Labschool menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menciptakan inovasi di berbagai bidang, mulai dari teknologi dan lingkungan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia mampu bersaing secara global dengan karya-karya inovatif dan solutif.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan intensif dari para guru pembimbing, serta dukungan penuh dari berbagai pihak. Terima kasih sebesar-besarnya kepada para pembimbing yang telah membimbing dengan sabar, membina ide-ide kreatif, dan membantu mengarahkan riset para siswa sejak tahap awal hingga kompetisi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pendamping yang telah memberikan dukungan moral, logistik, serta memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan selama berada di Malaysia. Kolaborasi erat antara siswa, guru, dan pendamping menjadi kunci keberhasilan dalam ajang internasional ini.
Berikut Rincian dari Keenam Tim :
Klasifikasi : Environment
Temuan “WATER FARM – EXTRACTING CLEAN WATER FROM FOG POWERED BY SOLAR PANELS”.
Mendapatkan GOLD
Nama Kelompok : Asy Syifa Mauliza, Dharifah Azka, Rafa Shabina, Muhammad Khalil, Muhammad Azfar Syukri, Ariq arsyad, Fawwaz Atqa
Pembimbing : Dr. Muhammad Syukri Surbakti, M.Si dosen FMIPA Fisika USK & Zuchra Ulfa, M.Si.
Klasifikasi : Agriculture
Temuan “CRISPALA BAR: THE INNOVATION OF FIBER-RICH SNACK BAR WITH RENGGINANG BY COMBINING COCONUT PULP (COCOS NUCIFERA L.) AND YELLOW PUMPKIN (CUCURBITA MOSCHATA) FLOUR AS AN ALTERNATIVE TO DIETARY FOOD”.
Mendapatkan SILVER
Nama Kelompok : Jihan Faiza Alifa, Aisya Althafunnisa, Ayla Mubina, Moehammad Kemal Ghievari RD, Muhammad Rasya Maulana, Putri Khaidirah, Oriza Sativa Junevi
Pembimbing : Cut Julya Ressa, S.Pd.
Klasifikasi : Biotechnology, Health
Temuan “ECO-HEALING GEL BASED IODINE LEAVES (JATROPHA MULTIFIDA LINN), GREEN ALGAE (CHLOROPHYCEAE), AND THE ALOE VERA (ALOE BARBADENSIS MILLER) AS AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY ALTERNATIVE TO WOUND HEALING”.
Mendapatkan SILVER
Nama Kelompok : Ahyan Daniel Aria, Aliya Jauza Camilla, Haniya Ufairah, Nazarul Ikram, Najiya Assyifa, Ruzza, Sheisya Jallea Lubnaa
Temuan “BOTANICAL BLISS: THE PALM, BENGKUANG & BUTTERFLY PEA FLOWER”
Mendapatkan SILVER”
Nama Kelompok : Nikeisha Ceyda Fyonna, Dzikra Arraya, Fayla Islamira Al Fitrah, Raihan Putri Balqis, Syarifah Shazia Mutahhar, Aditama Nanda Difa, Muhammad Faiz Mushaddaq
Pembimbing : M. Rizal. K, S.Pd., M.Si
Klasifikasi : Biotechnology, Health
Temuan “FORMULATION OF ‘SUNSPICE TRANSDERMAL PATCH’ (MYRISTICA FRAGRANS, CYMBOPOGON NARDUS, HELIANTHUS ANNUUS) FOR RELIEVING MENSTRUAL PAIN”
Mendapatkan SILVER
Nama Kelompok : Faris Ahmad, Faris Fabian Putra, Nabil Riyazul Mahdar, Najla Maira Falisha, Najwa Adelia, Raifa Almira Khaliby, Ulayya Shadiqa
Pembimbing: Audina Yoeliarniza, S.Si.
Klasifikasi : Biotechnology, Health
Temuan “KUPULASTIC : UTILIZATION OF CUPULA SEED SHELL FLOUR (MIMOPUS ELENGI) AS A FILLER IN MAKING BIOPLASTICS FROM BANANA PEEL STARCH”
Mendapatkan SILVER
Nama Kelompok : Ulfi Mulfida, Qaisra Al Latifa Afra, Nurul Nabila, Lutfi Nabil Furqannuhasri, Muhammad Shuja Eshan, Rakha Putra Hafidh, Rameyza Alya Baryza
Pembimbing : Melsi Agustia Zulasma, S.Pd., M.Si Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang berbasis riset dan inovasi mampu mencetak generasi muda yang berdaya saing global. SMA Labschool berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
Sebanyak enam tim dari SMA Labschool Unsyiah berpartisipasi dalam ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, pada 29–31 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pameran inovasi bertaraf internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara.
Setiap tim terdiri dari tujuh siswa yang telah melalui proses seleksi internal dan pelatihan intensif selama beberapa bulan terakhir. Mereka akan mempresentasikan berbagai proyek inovatif yang menggabungkan sains, teknologi, dan solusi terhadap permasalahan sehari-hari. Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata dari semangat riset dan kreativitas pelajar Indonesia di kancah global.
Para siswa tidak berangkat sendiri. Mereka didampingi oleh empat guru pendamping dari SMA Labschool Unsyiah yang berperan penting dalam membimbing dan mendukung kesiapan tim sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Para guru ini juga akan turut serta dalam forum diskusi dan pertukaran gagasan antarpendidik dari berbagai negara.
Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berkarya. “Ini adalah momen berharga untuk menunjukkan potensi generasi muda Aceh di panggung internasional,” ujarnya. Keikutsertaan dalam WYIE 2025 ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan para siswa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memperkuat jejaring global serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk bersaing secara sehat di tingkat dunia.
SMA Labschool Unsyiah menjadi salah satu sekolah yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan dengan mengikuti program Sekolah Adiwiyata. Pada Jumat, 23 Mei 2025, sekolah ini mendapat kunjungan dari Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banda Aceh dalam rangka sosialisasi program Sekolah Hijau.
Kegiatan sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Bapak Jamaansyah, S.P., perwakilan dari DLH, yang memberikan pemaparan mengenai konsep dan implementasi Sekolah Adiwiyata. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran sekolah dalam membentuk karakter siswa yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui pembelajaran dan kegiatan nyata.
Acara yang berlangsung di Musholla sekolah ini diikuti oleh guru, staf, dan siswa dari setiap kelas. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi berlangsung. Para peserta juga diajak untuk merefleksikan kegiatan ramah lingkungan yang sudah dilakukan serta merencanakan program berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Labschool Unsyiah menyampaikan apresiasi kepada DLH atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada sekolah untuk menjadi bagian dari program Sekolah Hijau. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah siap bekerja sama dalam membangun lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan hijau.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim DLH juga memberikan contoh-contoh kegiatan lingkungan yang bisa diterapkan di sekolah, seperti pengelolaan sampah organik dan anorganik, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), serta pemanfaatan kembali barang bekas menjadi kerajinan tangan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan warga sekolah.
Dengan adanya kegiatan ini, SMA Labschool Unsyiah berharap dapat menjadi contoh dalam menerapkan prinsip-prinsip Sekolah Adiwiyata. Program ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan yang penting bagi masa depan generasi muda.
Senin, 19 Mei 2025 menjadi hari yang penuh kebahagiaan bagi keluarga besar SMA Labschool Unsyiah. Pada hari itu, sekolah menggelar kegiatan “Silaturrahmi dan Pelepasan Siswa Kelas XII Angkatan ke-16”, sebuah momen perpisahan yang menandai berakhirnya masa studi selama tiga tahun di bangku SMA dan menjadi awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu perguruan tinggi.
Acara yang digelar di lingkungan sekolah ini diikuti oleh para siswa, guru, dan orang tua siswa dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Tahun ini, SMA Labschool Unsyiah meluluskan sebanyak 180 siswa, terdiri dari empat kelas jurusan IPA dan satu kelas jurusan IPS.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra Darmawan, S.Si, mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah ini, “Dulu mereka datang dengan senyum penuh harap, kita sambut dengan hati yang tulus. Kini, saat langkah mereka harus melaju lebih jauh, kita lepas dengan bangga, penuh doa, dan keyakinan bahwa mereka siap menaklukkan dunia”. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan tahun ini digelar secara sederhana di lingkungan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap edaran Dinas Pendidikan Aceh yang melarang melakukan kegiatan secara berlebihan dan tidak mengutip biaya.
Perwakilan orang tua siswa, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si, turut menyampaikan rasa syukur dan haru atas pencapaian para siswa. Ia memberikan pesan motivasi kepada siswa untuk terus semangat menapaki jenjang pendidikan selanjutnya, meskipun tantangan ke depan akan lebih besar. “Tetap semangat, karena di depan sana masih banyak rintangan yang harus dihadapi. Jadikan masa depan sebagai motivasi untuk terus maju,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Djufri, M.Si., Selaku Ketua Yayasan SMA Labschool Unsyiah yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan motivasi kepada para siswa dan mengapresiasi kinerja sekolah. Ia menyebut SMA Labschool Unsyiah sebagai sekolah yang baik dengan lulusan yang berprestasi serta guru-guru yang berdedikasi. Ia juga memberikan contoh wali siswa yang telah sukses sebagai inspirasi.
Salah satu orang tua siswa juga turut menyampaikan kesannya, “Terima kasih kami untuk SMA Labschool Unsyiah yang telah membantu anak-anak kami berkembang. Di sekolah, anak kami bisa bereksperimen, karena di rumah cukup berisiko.”
Rangkaian kegiatan pelepasan ini dimulai dengan prosesi Pemulia Jamee, dilanjutkan dengan Pemanggilan Lulusan, ada yang berbeda dengan tahun ini, selain kegiatan tidak dilaksanakan di gedung, siswa juga memakai seragam sekolah dengan atribut lengkap. Setelah pemanggilan siswa dilanjutkan kembali dengan penampilan dari siswa, termasuk pertunjukan teater yang memukau, kemudian menyaksikan momen-momen bersama selama sekolah di Labschool. Suasana haru dan bangga menyelimuti acara hingga penghujung kegiatan.
Kegiatan pelepasan ini tidak hanya menjadi momentum perpisahan, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi antara keluarga besar Labschool, orang tua, dan siswa. Semoga para lulusan Angkatan ke-16 ini sukses menapaki langkah baru dalam kehidupan mereka sebagai mahasiswa dan insan pembelajar sepanjang hayat.