Momentum Hardiknas, SMA Labschool Unsyiah Gelar Gerakan Indonesia ASRI dan Penanaman Pohon

Banda Aceh, 4 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), SMA Labschool Unsyiah melaksanakan berbagai kegiatan positif dan edukatif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang mendorong satuan pendidikan untuk mendukung gerakan nasional maupun daerah yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini diwujudkan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Bersama-sama membersihkan fasilitas sekolah, ruang kelas, serta area aula guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat.


Selain kegiatan kebersihan, SMA Labschool Unsyiah juga menggelar aksi penanaman pohon berbuah dan tanaman produktif lainnya di lingkungan sekolah. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sebagai sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya menjaga alam sejak dini.
Menariknya, pada tahun ini setiap kelas diwajibkan membawa dua jenis tanaman buah untuk ditanam di area sekolah. Beragam tanaman dibawa oleh siswa, seperti kelengkeng, daun kari, jeruk purut, kelapa hibrida, siring gading, melati, mangga, jambu, sirsak, belimbing, duku, buah naga, pepaya (kates), rambutan, hingga kelor. Keanekaragaman tanaman ini diharapkan dapat menjadikan lingkungan sekolah lebih hijau dan produktif.
Kepala SMA Labschool Unsyiah, Bapak Hendra, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebagai upaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan dan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Lebih lanjut, Bapak Hendra berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

