“Eksplorasi Warisan Indatu” Tema P5 Labschool

Pergantian Tema P5, SMA Laoratorium Unsyiah Mengangkat “Eksplorasi Warisan Indatu” sebagai tema ke dua triwulan ini. Bu Eva Evianda, M.Pd menggelar pertemuan dengan siswa kelas X MIPAS, 1 Februari 2024 di musalla. Kegiatan pertemuan didampingi guru fasilitator, memberikan materi memperkenalkan warisan budaya yang dapat diangkat sebagai tema kearifan lokal P5.

Kepala sekolah Dr. Rini Safitri, M.Si turut hadir memantau kegiatan, bahkan ikut memberikan materi pengantar terkait pentingnya menjaga warisan budaya Aceh. Harapan besar kepsek keterlibatan siswa secara serius dalam memahami dan melestarikan warisan budaya lokal merupakan langkah yang sangat penting untuk mencegah kehilangan kontrol sosial di kalangan remaja akibat masuknya budaya dari luar.

Langkah melaksanakan eksplorasi warisan Indatu:

  1. Tahap menemukan
  2. Tahap membayangka
  3. Tahap Melakukan
  4. Tahap membagikan
  5. Gelar Karya

Untuk tema “Eksplorasi Warisan Indatu” di SMA Laboratorium Unsyiah, terdapat beberapa alternatif kearifan lokal yang dapat dikembangkan dalam berbagai aspek, seperti:

  1. Budaya Pakaian:
    • Pengenalan dan penelusuran mengenai pakaian tradisional Aceh.
    • Pembelajaran cara membuat atau mendesain pakaian tradisional Aceh.
    • Mengkaji makna dan simbolisme di balik pakaian tradisional Aceh.
  2. Budaya Permainan:
    • Memperkenalkan permainan tradisional Aceh yang mungkin sudah kurang dikenal.
    • Mengadakan turnamen atau kompetisi permainan tradisional Aceh di sekolah.
    • Menyelenggarakan lokakarya untuk membuat permainan tradisional Aceh.
  3. Masakan:
    • Kuliner Aceh dapat dijelajahi, dengan demonstrasi memasak makanan tradisional Aceh.
    • Mempromosikan penggunaan bahan lokal dan cara memasak yang khas Aceh.
    • Mengadakan festival kuliner Aceh atau kompetisi memasak tradisional.
  4. Arsitektur:
    • Mengkaji dan memahami desain arsitektur tradisional Aceh.
    • Menyelenggarakan workshop atau lokakarya arsitektur tradisional.
    • Mendorong siswa untuk merancang proyek arsitektur yang menggabungkan elemen-elemen tradisional Aceh.

Melalui keempat alternatif tersebut, siswa dapat terlibat dalam eksplorasi dan pemahaman yang lebih dalam terkait kearifan lokal dan budaya Aceh. Keterlibatan siswa dalam kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat memicu rasa kebanggaan dan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya mereka.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *