02/09/2022 |

Archive for: September 2nd, 2022

3 Guru Inti Labschool Menerima Laptop dari Dinas Pendidikan Aceh

3 guru Labschool menerima laptop dari Dinas Pendidikan Aceh, dalam acara serah terima laptop sekolah kepada master of training guru inti SMA SMK Kota Banda Aceh dan Aceh besar, Jumat 2/09/2022. Sebanyak 12 guru dari kota Banda Aceh dan 9 guru dari Aceh Besar yang keseluruhan dari 10 mapel, menerima laptop dengan merk Acer Cor-i 7 edisi 11.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dan guru inti yang diundang hadir di Jeumpa Mannheim hotel Banda Aceh . Laptop diserahkan langsung oleh Kadisdik Drs. Alhudri, MM didampingi Ketua Komisi VI DPRA, Anwar S.Pd.I.,MAP., dan Kacabdin wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar bapak Sarwan Joni, S. Pd.M.Pd .

Menarik bapak Kadisdik memastikan laptop yang diterima guru inti harus langsung diperiksa guru penerima sesuai dari spesifikasi yang diajukan, untuk selanjutnya dapat ditanda tangani berita acara oleh guru inti. Bapak Alhudri menegaskan “Tolong periksa laptopnya didepan kami, jangan saat pulang nanti guru dirugikan karena tidak sesuai spesifikasinya” . Walaupun acara akan memakan waktu lama, namun pak Kadisdik dan tim sabar sampai s.d selesai saat guru inti satu persatu memeriksa laptop yang diterima.Alhamdulillah semua guru inti mendapatkan laptop yang sesuai spesifikasinya.

Bapak Alhudri menambahkan dalam rangka penyerahan laptop bagi guru inti adalah kegiatan bentuk apresiasi bagi guru inti dari provinsi Aceh yang telah ikhlas memberikan terbaik bagi pendidikan. Semua guru mapel sesuai dengan kurikulum. Hendaknya memiliki alat IT yang menunjang pendidikan. Guru tak cukup hanya mengandalkan kompetisi mengajar namun harus mampu mengikuti perkembangan zaman , siswa yang terbiasa dengan teknologi. Cukup disayangkan bila guru tidak melek IT. Hal yang sama disampaikan bapak Anwar, S.Pd.I.MAP., yang membidangi Pendidikan Kekhususan dan Keistimewaan, menuturkan saat mengunjungi sekolah Aceh SMA,SMK dan SLB yang salahsatunya daerah terpencil. Tugas cabdin, kepsek dan guru menghancurkan mindset warga bahwa pendidikan bukan hanya untuk wilayah kota namun daerah terpencil warganya wajib mengenyam pendidikan.
Masalah, pemerataan guru ke daerah adalah hal yang sulit, namun demikian beliau berpesan agar guru inti khususnya ada guru sekolah pada umumnya dapat memberikan yang terbaik . Dukungan semua pihak, pemerintahan yang terdiri dari sinergi eksekutif dan legislatif, harapan dapat terus memajukan pendidikan Aceh.

Rasa haru dan bahagia guru inti Labschool yaitu ibu Sukmayati, M.Pd., mapel Bahasa Inggris, bapak Hizqil Apandi, S.Pd dari mapel sejarah dan ibu Anneza Astrid S.Pd.,Gr. M.Si. dari mapel Kimia karena laptop yang dijanjikan akhirnya diterima.

Rasa syukur juga dinyatakan kepala sekolah Dr.Nasir Usman, M.Pd yang sangat bangga atas pencapaian dari guru Labschool menjadi guru inti Banda Aceh, merupakan prestasi yang harus disyukuri. Beliau menegaskan guru seyogyanya dapat terus mengayomi siswa, tuntutan zaman akan mudahnya mengakses ilmu pengetahuan, namun guru yang menguasai IT sangat diperlukan hadir membimbing siswa kearah yang baik.